Friday, October 7, 2011

USAHA SINGKONG KEJU

sumber: sentra kukm.com
PROSPEK USAHA

a. Pengenalan Produk
Singkong dan keju. Dua jenis makanan ini awalnya dianggap mewakili dua golongan yang berbeda. Singkong dianggap makanan golongan bawah. Sebaliknya, keju sering diasosiasikan sebagai makanan golongan atas.
Namun, anggapan itu berhasil "dipatahkan". Kreativitas pecinta kuliner di negeri ini berhasil
menggabungkan dua jenis makanan tersebut menjadi kudapan yang sempat menjadi bahan pembicaraan dan banyak diburu orang beberapa waktu lalu.
Singkong keju adalah kudapan terbuat dari singkong yang dipotong-potong, direndam bumbu berupa campuran air dan larutan keju, gula halus, bawang putih, dan garam, kemudian digoreng hingga kuning keemasan. Sebelum dinikmati singkong keju dilengkapi taburan keju parut, meses, bubuk perasa french fries, dan susu kental manic.

b. Gambaran Usaha
Produk
Bahan baku utama pembuat singkong keju adalah singkong mentega berukuran sedang. Singkong jenis ini bisa dibeli di pasar tradisional atau berlangganan dengan supplier. Singkong mentega biasa dijual dalam kemasan karung ukuran sekitar 50 kg. Kisaran harganya Rp1.200/kg dari supplier (sekitar bulan Agustus 2008).

TIPS KEBERHASILAN USAHA


1. Kuasai Teknik Menghasikan Singkong Keju yang Lezat
Mengolah singkong menjadi singkong keju yang lezat membutuhkan teknik tertentu. Kunci kelezatan singkong keju salah satunya terletak pada ketepatan campuran bumbu dan teknik menggoreng yang baik.
Goreng singkong menggunakan api besar dan minyak yang banyak. Gunakan teknik deep frying (seluruh bagian singkong terendam minyak) sehingga tidak perlu dibolak-balik. Teknik ini sangat berguna khususnya saat menggoreng kedua kalinya, agar singkong tidak hancur.

2. Ciptakan Aneka Variasi Topping
Variasi topping diperlukan agar konsumen tidak bosan dengan aneka rasa yang sudah ada. Ciptakan variasi topping baru minimum satu atau dua bulan sekali. Komunikasikan varian rasa baru melalui berbagai media promosi yang ada (spanduk, kartu nama, maupun kotak kemasan).

3. Buat Tampilan Gerobak atau Etalase Semenarik Mungkin
Buatlah tampilan gerobak atau etalase semenarik mungkin agar konsumen penasaran dan tertarik untuk membeli. Cari pembuat gerobak atau etalase yang dapat mewujudkannya dengan harga relatif murah

FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA
Risiko usaha singkong keju antara lain singkong yang digoreng hancur atau rasanya kurang enak. Merendam singkong terlalu lama dalam larutan bumbu dan terlalu sering membolak-balik pada saat digoreng akan membuatnya hancur.
Risiko lain usaha ini adalah pemilihan lokasi yang kurangtepat. Akibatnya, singkong keju hanya terjual sedikit meskipun rasa dan kualitasnya bisa diandalkan.

TEKNIS MELAKUKAN USAHA
a. Perlengkapan Usaha dan Karyawan
Perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini antara lain gerobak, tenda sederhana, wajan, kompor gas, aneka wadah berukuran besar, dan perlengkapan penunjang lain.
Usaha singkong keju membutuhkan 1-2 orang karyawan. Tugasnya terbagi antara membantu pembuatan singkong keju (membumbui dan menggoreng) dan melayani pembeli. Karyawan dapat diupah harian atau bulanan.
b. Promosi
Promosi di tempat usaha dilakukan dengan memasang spanduk bertuliskan nama usaha, jenis-jenis singkong keju yang dijual, dan harganya. Jelaskan juga jenis-jenis Iayanan yang dapat diberikan ke konsumen. Tidak ada salahnya menyediakan layanan pesan antar untuk pelanggan yang tinggal di sekitar tempat usaha.
Agar nomor kontak tempat usaha kita benar-benar disimpan konsumen, buat semacam kartu nama kemudian selipkan atau tempelkan di bagian atas kotak kemasan.
c. Penetapan Harga
Singkong keju dijual dalam kemasan kotak ukuran kecil dan besar. Harganya Rp7.000 untuk kotak ukuran kecil dan Rp10.000 untuk kotak ukuran besar. Harga jual juga tergantung variasi topping. Singkong keju polos atau original bisa dijual dengan harga Rp7.000 per porsi. Singkong keju dengan topping parutan keju, meses, cokelat, atau mayones harganya sekitar Rp8.000 per porsi.

ASPEK LEGALITAS
Lokasi berjualan singkong keju sebaiknya di pinggir jalan yang banyak dilewati orang atau kendaraan. Pilih lokasi yang bersih, nyaman, dan mudah terjangkau. Lokasi yang cocok antara lain di depan supermarket atau pusat perbelanjaan, di depan ruko, dan di pinggir jalan raya depan komplek perumahan

ANALISA USAHA
Asumsi
• Masa pakai gerobak 5 tahun.
• Masa pakai tenda dan wajan 3 tahun.
• Masa pakai kompor gas 2 tahun.
• Masa pakai perlengkapan lain-lain (bak atau ember plastik, suti I, saringan minyak, dan wadah aneka bahan pelengkap) 3 tahun.



a. Biaya Investasi

    - Gerobak
Rp   3.000.000
    - Tenda
Rp   2.500.000
    - Wajan 2 buah @ Rp200.000
Rp     400.000
    - Kompor gas 2 buah
Rp      600.000
    - Perlengkapan lain-lain
Rp      500.000
    Total investasi
Rp   7.000.000
b. Biaya Operasional per Bulan

    1. Biaya Tetap

        - Penyusutan gerobak 1/60 x Rp3.000.000
Rp.       50.000
        - Penyusutan tenda 1/36 x Rp2.500.000
Rp        69.400
        - Penyusutan wajan 1/36 x Rp400.000
Rp        11.100
        - Penyusutan kompor gas 1/24 x Rp600.000      
Rp        25.000
        - Penyusutan perlengkapan lain-lain

           1/36 x Rp500.000
Rp        13.900
        - Gaji karyawan 1 orang
Rp      700.000
        - Sewa tempat
Rp      600.000
        - Biaya listrik dan kebersihan
Rp        20.000
        Total biaya tetap
Rp   1.479.400

    2. Biaya Variabel

        - Singkong (200 kg x Rp1.200/kg x 30 hari)        
Rp      200.000
        - Minyak goreng (8 liter x Rp9.500/liter x 30 hari)               
Rp   2.280.000
        - Aneka bumbu dan bahan pelengkap                 
Rp   1.000.000
        - Gas ukuran 3 kg (Rp13.000/hari x 30 hari)       
Rp      390.000
        - Kotak karton Rp15.000 x 30 hari
Rp      450.000
        - Total biaya variabel
Rp 11.320.000
        Total biaya operasional
Rp 12.799.400
c. Penerimaan per Bulan

    Penjualan singkong keju

    - (50 kotak ukuran kecil x Rp7000 x 30 hari)
Rp 10.500.000
    - (20 kotak ukuran besar x Rp10.000 x 30 hari)
Rp   6.000.000
    Total penerimaan
Rp 16.500.000
d. Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan—total biaya operasional
Rp16.500.000—Rp12.799.400
Rp 3.700.600
e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan : total biaya operasional
Rp16.500.000 : Rp12.799.400
1,28
f. Pay Back Period
Pay back period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
(Rp7.000.000 : Rp3.700.600) x 1 bulan
2 bulan

No comments:

Post a Comment