Waralaba: Apakah Sistem yang Fair?

Waralaba: Apakah Sistem yang Fair?

|

 
http://2.bp.blogspot.com/_TlC73CWd3pE/TIV7tsi89RI/AAAAAAAAB-w/OgQd7jAPKQo/s1600/waralaba+franchising.jpg
Islamedia - Waralaba adalah suatu cara seorang pebisnis mengembangkan usahanya.Pemilik merek akan memberikan standard operating procedure, tip-tip bisnis dan hak menjual produk dan layanannya kepada orang lain dengan imbalan bisa berupa royalti, persentase pembagian penjualan, pembagian keuntungan atau iuran tahunan. Biasanya ada kontrak untuk beberapatahun yang bisa diperpanjang antara pemilik waralaba dan penerima waralaba.
Dari sisi pemilik merek, waralaba akan mempercepat ekspansi bisnisnya. Dalam waktu cepat bisa mempunyai beberapa cabang. Sang penerima waralaba juga memiliki keuntungan, yaitu bisa segera menjalankan usaha berdasarkan arahan pemilik merek.
Salah satu kritiknya adalah waralaba ada bisnis yang mau untungnya saja.Royalti dan persen penjualan harus diberikan pemilik waralaba walau perkembangan bisnis penerima waralaba kurang sukses. Ada juga yang mengkritik waralaba bisa memutuskan silahturahmi. Kalau bisnisnya tidak untung, hubungan antara pemilik dan penerima bisa menjadi jauh.
Tadinya tidak kenal, kemudian menjadi teman akrab bisnis, akhirnya tidak mau kenal bahkan menjadi musuh. Key success factor-nya adalah pemberian waralaba. Kalau pemberian itu ketat, pahit di depan, enak di belakang, dan diback-up dengan pengalaman sang pemilik, maka waralaba punya kemungkinan besar sukses.
Model alternatif untuk mengembangkan merek dalam pikiran adalah kerjasama. Sang pemilik dengan segala pengalaman, hak atas merek dan SOP-nya akan diberi proporsi kepemilikan atas usaha bersama dengan penerima hak merek. Kerjasama bisa diikat permanen dalam bentuk badan hukum, bisa juga dalam bentuk perjanjian. Pendapatan pemilik bisa dari pembagian penghasilan atau pembagian keuntungan. Kalau pembagian penghasilan, cukup pendapatan bulanan atau tahunan yang harus diketahui, sementara untuk pembagian keuntungan, pemilik harus masuk ke manajemen biaya untuk menganalisa. Kalau untung, semua dapat bagiannya masing-masing.
Kekurangannya adalah kepercayaan (trust) antara pemilik merek dan penerima. Harus ada kepercayaan antara pihak-pihak yang berpartner.
Selama ini model waralaba yang sering terdengar sementara model pembagian keuntungan jarang diungkap ke permukaan. Ini sepertinya karena pertimbangan kepraktisan, juga model pertama lebih memungkinkan untuk pengembangan usaha secara cepat walau mungkin kurang fair kalau dibandingkan resiko bagi penerima hak.
salam,
yudanto
TDAJAKSEL.com

0 Response to "Waralaba: Apakah Sistem yang Fair?"

Post a Comment

close